PEMBERDAYAAN BKR & POSYANDU REMAJA UNTUK MENGKAWAL GENERASI EMAS SEHAT DAN BEBAS STUNTING

https://doi.org/10.36082/phpj.v1i2.2846

Authors

  • Tri Anjaswarni Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Sri Winarni Jurusan Promosi Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Edy Suyanto3 Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Ibnu Fajar Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
  • Eko Sari Wahyuni Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia

Keywords:

Bina keluarga remaja, pemberdayaan, posyandu remaja, pencegahan stunting

Abstract

Pemberdayaan adalah upaya agar seseorang atau kelompok menjadi berdaya. Upaya pemberdayaan di masyarakat untuk mengkawal kesehatan remaja dilakukan oleh Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Posyandu Remaja. BKR bentuk partisipasi masyarakat dibina BKKBN dan Posyandu remaja dibina Puskesmas UPT Dinas Kesehatan. Permasalahan saat ini terkait keberadaan Posyandu Remaja dan BKR adalah belum terintegrasi dan belum satunya langkah dalam mengkawal kesehatan remaja. Salah satu pengkawalan yang penting dilakukan oleh kader di Posyandu Remaja dan BKR adalah pengkawalan kesehatan khususnya dalam pencegahan lahirnya generasi stunting ditinjau dari faktor remaja. Untuk mewujudkan Generasi Emas yang sehat dan bebas stunting, diperlukan upaya pencegahan dan pelayanan kesehatan yang komprehensif dimulai dari remaja dan keluarga remaja. Tujuan pengabdian adalah meningkatnya status kesehatan remaja melalui pengelolaan bersama dan terintegrasi antara BKR dan Posyandu Remaja. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah 1) Focus Group Discussion, 2) Pelatihan revitalisasi posyandu 3) pelatihan kader Kesehatan, 4) pendampingan berkelanjutan, 5) Monitoring dan evaluasi. Hasil FGD adanya kesamaan tujuan dalam mengkawal Kesehatan remaja khususnya pencegahan lahirnya generasi stunting. Hasil pelatihan terdapat peningkatan kemampuan peserta kader Kesehatan, BKR dan remaja. Hasil pengukuran kemampuan pasca pelatihan menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan dengan perbedaan nilai rata-rata = 31,77, hasil uji beda menunjukkan nilai t = -8.539 dan p-value = 0,000. Setelah pelatihan dilakukan kegiatan pendampingan berkelanjutan dan monev. Kesimpulan: pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dalam layanan posyandu terintegrasi adalah upaya strategis untuk untuk meningkatkan peran serta Masyarakat agar mereka berdaya dalam mewujudkan generasi emas sehat bebas stunting, serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-06