PENGUATAN LAYANAN PRIMER MELALUI DETEKSI KAKI DIABETES DAN EDUKASI BPJS ORTOTIK PROSTETIK

https://doi.org/10.36082/phpj.v1i2.2842

Authors

  • Feryanda Utami Jurusan Ortotik Prostetik, Poltekkes Kemenkes Jakarta I, Indonesia
  • Raden Achmad Candra Putra Jurusan Ortotik Prostetik, Poltekkes Kemenkes Jakarta I, Indonesia
  • Agusni Karma Jurusan Ortotik Prostetik, Poltekkes Kemenkes Jakarta I, Indonesia
  • Triyani Triyani Jurusan Ortotik Prostetik, Poltekkes Kemenkes Jakarta I, Indonesia
  • Bara Miradwiyana Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Jakarta I, Indonesia

Keywords:

diabetes, deteksi dini, ortotik prostetik, BPJS kesehatan

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) khususnya diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat dan berisiko menimbulkan komplikasi berupa ulkus kaki diabetes. Upaya pencegahan dini melalui edukasi dan pemanfaatan layanan kesehatan menjadi penting untuk menekan angka kesakitan dan kecacatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader dan masyarakat mengenai deteksi dini kaki diabetes serta pengenalan paket manfaat BPJS Kesehatan untuk layanan ortotik prostetik. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan kader, pemberian media edukasi berupa buku saku, pemeriksaan gula darah, skrining kaki diabetes dengan Harris Mat dan monofilament, serta diskusi interaktif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Cilandak Timur Jakarta Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini kaki diabetes, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko komplikasi diabetes, serta pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur dan manfaat BPJS Kesehatan untuk akses layanan ortotik prostetik. Partisipasi masyarakat mencapai lebih dari 70% sasaran dan interaksi berlangsung aktif. Pembahasan menunjukkan bahwa keterlibatan kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan puskesmas efektif dalam memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan fasilitas kesehatan. Keterbatasan peralatan skrining dan durasi pelatihan menjadi tantangan yang perlu ditindaklanjuti. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta akses informasi masyarakat terkait deteksi dini diabetes dan layanan ortotik prostetik melalui BPJS Kesehatan, serta berpotensi dikembangkan menjadi program berkelanjutan dengan dukungan fasilitas dan pelatihan tambahan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-06