PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI KEBUN GIZI DALAM MENCEGAH STUNTING DI DESA BINAAN GELANGSAR LOMBOK BARAT

https://doi.org/10.36082/phpj.v1i2.2838

Authors

  • Dany Karmil Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia
  • Aena Mardiah Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia
  • Musyarrafah Musyarrafah Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar, Indonesia

Keywords:

Stunting, Kebun Gizi, Desa Binaan, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis. Salah satu Provinsi yang ada di Indonesia yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu Provinsi prioritas penanganan stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 31,4% pada tahun 2021 menjadi 32,7% di tahun 2022. Inovasi kebun gizi merupakan   suatu   program   yang   berbasis   pada pemanfaatan  aset  lahan  tidur  dengan  melibatkan  peran  masyarakat  untuk  pelaksanaannya guna meningkatkan akses dan ketersediaan pangan dalam mencegah stunting.  Tujuan dari pengabdian ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu balita dalam menanam dan memanfaatkan lahan di sekitar rumah menjadi kebun gizi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Metode : Awal pembentukan kebun gizi, masyarakat diberikan edukasi mengenai menu sehat anak balita, kemudian masyarakat memperoleh pelatihan pembuatan pupuk kompos dan takakura serta stimulasi menanam sayur dan buah oleh pakar di bidang pertanian setelah itu dilakukan monitoring dan evaluasi oleh tim pengabdi. Hasil : Inovasi kebun gizi berkontribusi pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang. Kebun gizi tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai sarana edukasi gizi yang praktis dan berkesinambungan. Partisipasi aktif masyarakat dan kader posyandu menjadi kunci keberhasilan, sementara dukungan aparat desa memperkuat aspek keberlanjutan program. Model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kesimpulan : Kombinasi intervensi berupa edukasi gizi, peningkatan ketersediaan pangan sehat, dan pemberdayaan masyarakat dianggap lebih efektif dibandingkan intervensi tunggal.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-06