GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes
<p><strong>GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat?</strong>merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara peer review<br />E-ISSN: 2798-4826</p>en-US[email protected] (Rizki)[email protected] (Rizki)Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700OJS 3.2.1.4http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60PELATIHAN BASIC LIFE SUPPORT DAN PERTOLONGAN PERTAMA ALUMNI ILMU KEOLAHRAGAAN
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1809
<p>Aktivitas olahraga memberikan manfaat kesehatan namun bisa menimbulkan cedera. Olahraga memiliki manfaat bagi kesehatan jantung bila dilakukan dengan rutin, namun bila dilakukan secara intens dan berlebihan dapat menyebabkan <em>Sudden Cardiac Arrest</em> (SAC) atau serangan jantung mendadak. Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama terbukti bisa memberikan kelangsungan hidup setelah terjadinya henti jantung mendadak. Pelatihan Basic Life Support dan First Aid menjadi sangat krusial bagi atlet, pelatih, dan alumni ilmu keolahragaan karena dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat pada saat terjadi kecelakaan atau kondisi darurat di lapangan atau lingkungan olahraga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan kompetensi tambahan kepada alumni Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman dan sehat serta pelatihan ini juga sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan olahraga di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan dengan memberikan pelatihan melalui metode ceramah, praktik dan pendampingan kegiatan secara daring dan luring. Hasil dari pelatihan tersebut yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta dengan hasil pretest 67,73 meningkat menjadi 80,45 (hasil post-test), adapun peningkatan nilai adalah 12,7 poin. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa metode pemberian pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan alumni Ilmu Keolahragaan sehingga bisa menjadi bekal keterampilan yang dapat digunakan dalam pekerjaan mereka sebagai pelatih, atlet ataupun guru olahraga kedepannya.</p>Herdhika Ayu Retno Kusumasari, Verlina Maya Gita, Zumroh Hasanah, Herdhika Ayu Retno Kusumasari
Copyright (c) 2025 Herdhika Ayu Retno Kusumasari, Verlina Maya Gita, Zumroh Hasanah, Herdhika Ayu Retno Kusumasari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1809Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700EDUKASI SINDROM METABOLIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN GURU SEKOLAH DI DESA KANREAPIA KABUPATEN GOWA
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1698
<p>Peningkatan kesadaran, edukasi tentang gaya hidup sehat, dan dukungan kesehatan berupa deteksi dini merupakan langkah untuk mencegah, mengendalikan dan mengontrol sindrom metabolik. Tujuan pengabdian ini memberikan edukasi sindrom metabolik sebagai upaya meningkatkan pengetahuan Guru Sekolah di Desa Kanreapia Kabupaten Gowa. Metode pengabdian dengan pendekatan <em>service learning</em>. Pengabdian diberikan kepada Guru Sekolah di Desa Kanreapia sebanyak 30 peserta. Tahapan terdiri dari penilaian <em>pre-test, </em>pemberian edukasi menggunakan media power point dan poster sindrom metabolic, dan diakhiri dengan penilaian <em>post-test.</em> Evaluasi dilakukan dengan menguji perbedaan skor pengetahuan <em>pre-test </em>dan <em>post-test </em>dengan <em>paired t test.</em> Hasil pengabdian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan <em>pre-test</em> (mean = 12.5) dengan skor pengetahuan <em>post-test</em> (mean=14.1) secara signifikan (<em>p-value 0.005)</em>. Kesimpulan adalah kegiatan edukasi sindrom metabolik ini memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan guru sekolah tentang sindrom metabolik. Saran perlu peningkatan akses pengetahuan sindrom metabolik dengan edukasi dari pihak puskesmas.</p>Bs. Titi Haerana, Dian Rezki Wijaya, Nildawati Nildawati, Emmi Bujawati, Rimawati Aulia Insani Sadarang, Nurhidayat Nurhidayat, Dian Ihwana Ansyar
Copyright (c) 2025 Dian Rezki Wijaya, Bs. Titi Haerana, Nildawati Nildawati, Emmi Bujawati, Rimawati Aulia Insani Sadarang, Nurhidayat Nurhidayat, Dian Ihwana Ansyar
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1698Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PENGUATAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA MASYARAKAT
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1757
<p>Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Perubahan pola hidup masyarakat, seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya prevalensi PTM. Banyak kasus PTM yang tidak terdeteksi pada tahap awal karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Permasalahan di Desa Tangkura banyak warga desa yang belum memahami dengan baik apa itu PTM dan bagaimana cara mencegah serta mengelolanya. Rendahnya tingkat pengetahuan ini berakibat pada kurangnya tindakan pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan ini, upaya penguatan kader Posbindu sangat diperlukan agar mereka bisa lebih efektif dalam deteksi dini dan penanganan PTM di Desa Tangkura. Dengan adanya peran kader Posbindu PTM dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya penguatan Kader Posbindu Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Masyarakat. Metode pengabdian dengan memberikan edukasi dan melatih kader dalam melakukan deteksi PTM di Masyarakat, kader sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan kader meningkat dari pengetahun kurang (60%) menjadi pengetahuan baik (80%). Penguatan kader Posbindu adalah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini PTM di masyarakat. Diharapkan dapat Melakukan kampanye kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini PTM dan peran Posbindu dalam menjaga kesehatan masyarakat. </p>Dewi Nurviana Suharto, Nirva Rantesigi
Copyright (c) 2025 Dewi Nurviana Suharto, Nirva Rantesigi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1757Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PENINGKATAN KAPASITAS PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA MODERN DI PUSKEMAS KAYAMANYA KABUPATEN POSO
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1758
<p>Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggungjawab terhadap masalah kesehatan termasuk masalah luka kaki diabetik diwilayah kerjanya. Perawatan luka kaki diabetik oleh perawat puskesmas masih menggunakan teknik konvesional seperti penggunaan kasa langsung pada luka sehingga menyebabkan nyeri dan perdarahan pada saat mengganti balutan, perawatan luka setiap hari dan penggunaaan povidone iodine atau rivanol dalam mencuci luka. Teknik perawatan luka modern terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka, mencegah bau, meningkatkan kenyamanan sehinagn quality of life pasien meningkat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perawat Puskesmas dalam perawatan luka kaki diabtik menggunakan teknik modern. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso yaitu di Puskesmas Kayamanya pada tanggal 30-31 Mei 2024. Khalayak sasarannya adalah seluruh perawat di Puskesmas Kayamanya yang berjumlah 22 orang. Metode pelaksanaan PkM ini adalah melaksanakan workshop perawatan luka modern dan praktikum perawatan luka modern pada pasien dengan luka. Evaluasi kegiatan melalui pre-posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta tentang perawatan luka modern. Keterampilan menggunakan lembar observasi cheklist praktikum. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat puskesmas Kayamanya dalam melakukan perawatan luka modern. Kegiatan PkM ini diharapkan meningkatkan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) terutama layanan kesehatan pada pasien dengan luka di Puskesmas sehingga mempercepat penyembuhan luka dan meningkatka kualitas hidup pasien.</p>Dafrosia Darmi Manggasa, Rosamey Elleke Langitan, Raden Bagus Bambang Hermanto
Copyright (c) 2025 Dafrosia Darmi Manggasa, Rosamey Elleke Langitan, Raden Bagus Bambang Hermanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1758Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN IBU “PERMATA”(PROGRAM EDUKASI PRAKTIK KEAMANAN PANGAN BALITA) OPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1969
<p>Masalah gizi yang masih meresahkan pada anak balita di bawah lima tahun adalah kejadian stunting. Anak-anak balita memiliki tingkat ketahanan tubuh yang sangat rentan terhadap penyakit, terutama penyakit yang berkaitan dengan gizi. Keamanan pangan menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan guna mengurangi risiko penyakit bawaan makanan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan. Anak usia 6-24 bulan yang berasal dari keluarga yang kurang memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan pangan memiliki risiko 2,7 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami stunting. Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun untuk meningkatkan mengoptimalkan keamanan pangan balita melalui pendekatan pemberdayaan ibu balita dengan harapan terjadi peningkatan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan praktik keamanan pangan bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Sasaran kegiatan ini yaitu ibu yang memiliki balita yang ikut aktif dalam kegiatan posyandu. Kegiatan ini diikuti oleh ibu balita sejumlah 35 peserta, Metode pelaksanaan dilakukan melalui ceramah, diskusi, serta praktik pengolahan makanan. Hasilnya sebelum kegiatan pengetahuan ibu kategori baik dari 14 (40%) menjadi 22 (63%) dan pengetahuan kurang dari 9 (26%) menjadi 0%. Sikap positif ibu sebelum kegiatan 7 (20%) meningkat setelah kegiatan menjadi 28 (80%). Simpulan bahwa program edukasi serta praktik keamanan pangan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam keamanan pangan bagi balita, sehingga melalui program ini tumbuh kembang balita dapat optimal serta terhindar dari bahaya keracunan yang diakibatkan pengelolaan pangan yang tidak aman.</p>Wahyu Ersila, Nina Zuhana, Nur Chabibah, St. Rahmatullah
Copyright (c) 2025 Wahyu Ersila, Nina Zuhana, Nur Chabibah, St. Rahmatullah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1969Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI HIPERTENSI PADA KELOMPOK TANI DAN MASYARAKAT YANG BERTEMPAT TINGGAL DI KAWASAN PERTANIAN
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1930
<p>Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang semakin meningkat di Indonesia dan paling sering di temukan dan berkaitan erat dengan permasalahan kesehatan lain, seperti stroke hingga gangguan jantung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi dini dan skrining hipertensi pada kelompok tani melalui pembentukan kelompok peduli hipertensi yang berada di kawasan pertanian. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode edukasi, skrining dan deteksi hipertensi, serta pelatihan mandiri penggunaan tensi meter. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir selama 6 bulan. Peserta kegiatan adalah kelompok tani, kader kesehatan, tenaga kesehatan puskesmas dan perangkat desa Pegayut sebanyak 42 orang. Edukasi kesehatan mencakup informasi mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Skrining dan pelatihan cek tekanan darah dilakukan oleh tim pengabdi dibantu oleh mahasiswa Program Studi Pengawasan Epidemiologi Poltekkes Kemenkes Palembang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 42 orang peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 59,5% hipertensi. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi berdasarkan hasil pre-test (36%) dan post-test (89%). Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program pencegahan hipertensi dan dapat menjadi motivasi bagi setiap anggota untuk peduli terhadap status kesehatannya dan ikut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.</p>Maksuk Maksuk, Intan Kumalasari, Maliha Amin
Copyright (c) 2025 Maksuk Maksuk, Intan Kumalasari, Maliha Amin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1930Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PELATIHAN TERAPIS GIGI DAN MULUT TENTANG PENDOKUMENTASIAN PELAYANAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1971
<p><strong>Latar belakang :</strong> Pendokumentasian pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek krusial dalam praktik kesehatan yang berfungsi sebagai jaminan mutu pelayanan berbasis keselamatan pasien serta memiliki kekuatan hukum. Namun, masih banyak Terapis Gigi dan Mulut yang kurang memahami pentingnya dokumentasi yang sistematis dan sesuai standar, sehingga dapat berdampak pada kualitas layanan yang diberikan. Oleh karena itu, pelatihan mengenai pendokumentasian pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut diperlukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan yang akurat dan sesuai regulasi. <strong>Metode pelaksanaan</strong><strong>:</strong> Metode dalam pelatihan ini meliputi ceramah dan sesi tanya jawab, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai pentingnya dokumentasi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar pendokumentasian, manfaat dokumentasi yang baik, serta aspek legal dalam rekam medis. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan, yang ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,001. Tidak ditemukan penurunan nilai pengetahuan peserta (negative rank = 0), sementara seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman (positive rank = 8). Hal ini membuktikan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan terapis dalam mencatat setiap tahap pelayanan kesehatan gigi secara sistematis dan sesuai standar yang berlaku. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Pelatihan pendokumentasian pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan Terapis Gigi dan Mulut. Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan gigi dan mulut dapat lebih terjamin, risiko kesalahan medis berkurang, serta kepatuhan terhadap aspek hukum dalam pendokumentasian semakin meningkat.</p>Muhammad Rizqi Fauzi Islami rizqi, Siti Rahayu, Aisyiah Gadafi Puteri, Angeli Grisella, Adeleandra Sufiah EL Amin, Bedjo Santoso, Etny Dyah Harniati, Arifah Pijiati
Copyright (c) 2025 Muhammad Rizqi Fauzi Islami rizqi, Siti Rahayu, Aisyiah Gadafi Puteri, Angeli Grisella, Adeleandra Sufiah EL Amin, Bedjo Santoso, Etny Dyah Harniati, Arifah Pijiati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1971Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PELATIHAN MEDIA PILLOW BOOK SEBAGAI EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SEKOLAH DASAR
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2018
<p>Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil riskesdas pada tahun 2013, masalah gigi dan mulut di Indonesia sebanyak 25,9 % (2013) menjadi 45,3% (2018) , Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 36,2 % (2013) menjadi 55,55% (2018). Permasalahan yang ditemukan di sekolah dasar paling banyak adalah karies gigi. Salah satu faktor penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan anak sehingga mengakibatkan kurangnya kesadaran anak dalam menjaga kebersihan gigi. Untuk meningkatkan pengetahuan anak dapat dilakukan dengan promosi kesehatan gigi. Penggunaan media masih kurang efektif, maka dari itu perlunya inovasi dan pengembangan yaitu menggunakan inovasi media pillow book. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa dengan promosi kesehatan melalui media pillow book. Metode yang digunakan pelatihan kepada guru dan penyuluhan pada anak tentang kesehatan gigi dan mulut melalui media pillow book. Untuk mengevaluasi kegiatan, baik sebelum dan sesudah pelatihan dan penyuluhan pada guru dan siswa diberikan kuesioner. Hasil kegiatan pengabdian adalah adanya peningkatan pengetahuan guru dan siswa. Kesimpulan nya adalah pelatihan media <em>pillow book</em> dapat meningkatkan pengetahuan guru dan siswa<em>.</em></p>Nugraheni Widyastuti, Jumriani Jumriani, Badai Septa Wahyudadi, Asridiana Asridiana
Copyright (c) 2025 Nugraheni Widyastuti, Jumriani, Badai Septa Wahyudadi, Asridiana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2018Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700APLIKASI EKSTRAK DAUN TEH HIJAU SEBAGAI INSEKTISIDA DALAM PENCEGAHAN NYAMUK DEMAM BERDARAH (Aedes aegypti) DI KELURAHAN BANTA-BANTAENG KOTA MAKASSAR
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1866
<p>Kota Makassar merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan dan termasuk wilayah terbesar kelima di Indonesia. Pada tahun 2020, Makassar mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi, yaitu 175 kasus. Pengendalian vektor penyakit ini masih mengandalkan metode kimiawi sebagai strategi utama, terutama dalam menekan populasi nyamuk Aedes aegypti. Salah satu alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan adalah pemanfaatan insektisida alami berbasis ekstrak daun teh hijau (<em>Camellia sinensis</em>). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Kelurahan Banta-Bantaeng dalam upaya pencegahan penyebaran DBD melalui aplikasi ekstrak daun teh hijau sebagai insektisida alami. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai penyakit DBD dan pemanfaatan insektisida alami, serta demonstrasi langsung tentang cara aplikasi ekstrak daun teh hijau. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 23 peserta (88,46%) memahami tujuan, efektivitas, dan prosedur aplikasi ekstrak daun teh hijau dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, sebanyak 8 peserta (30,76%) aktif memberikan pertanyaan pada sesi diskusi, sedangkan 16 peserta (61,53%) mampu mendemonstrasikan aplikasi ekstrak daun teh hijau secara mandiri. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat rutin menggunakan produk berbasis ekstrak teh hijau sebagai salah satu metode pencegahan DBD.</p>Zaenab Zaenab, Ashari Rasjid, Haerani Haerani, Rafidah Rafidah
Copyright (c) 2025 Zaenab, Zaenab Zaenab, Haerani Haerani, Rafidah Rafidah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1866Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI PROGRAM KELAS IBU HAMIL SAIBATIN (SEHAT ANAK IBU, BERDAYA, TANGGAP DAN INISIATIF)
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1862
<p>Layanan antenatal berkualitas adalah salah satu bentuk upaya menurunkan Angka Kematian Ibu. Pengaruh pandemi covid-19 ditambah kemajuan teknologi, mendorong tenaga kesehatan untuk berupaya menjalankan layanan kesehatan terutama antenatal dengan lebih inovatif. Oleh karena itu, tim pengabdi membuat suatu program pelayanan antenatal berbasis teknologi. Program ini dilaksanakan secara <em>hybrid</em> (kelas online dan kelas offline) dengan memanfaatkan platform <em>Zoom meeting</em>. Selanjutnya, program pemberdayaan terhadap ibu hamil ini disebut dengan Program Kelas Ibu Hamil SAIBATIN (Sehat Anak Ibu, Berdaya, Tanggap Dan Inisiatif) dengan tujuan untuk menjawab tantangan upaya inovatif tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode <em>hybrid</em> (<em>blinded learning</em>) memadukan dua metode sekaligus dengan memanfaatkan media Aplikasi WhatsApp dan tatap muka. Metode yang akan diterapkan dalam program SAIBATIN adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demontrasi dan praktik (redemonstrasi). Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di wilayah kerja Puskesmas Kemiling. Sasaran Program Kelas Ibu Hamil SAIBATIN ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan minimal sudah masuk pada trimester 2 (?13 minggu) yang tinggal diwilayah Kota Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) melalui kelas Ibu Hamil SAIBATIN menunjukkan ada peningkatan pada pengetahuan ibu hamil mengenai pengelolaan kesehatan pada masa kehamilan, persalinan, masa nifas dan menyusui dalam kategori baik sebesar 52,6%. Program Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Program Kelas Ibu Hamil SAIBATIN terbukti dapat merubah tingkat pengetahauan ibu hamil mengenai pengelolaan kesehatan pada masa kehamilan, persalinan, masa nifas dan menyusui sebesar 22,8%. Saran untuk seluruh ibu hamil agar dapat terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya terkait dengan pengelolaan kesehatan pada masa kehamilan, persalinan, masa nifas dan menyusui melalui berbagai kelas kehamilan yang tersedia di pelayanan kesehatan terdekat maupun melalu media yang mudah di akses</p>Dewi Ayu Ningsih, Rahmah Fitria, Nanik Hidayah, Clara Desy Fitriyanti
Copyright (c) 2025 Dewi Ayu Ningsih
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1862Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN IBU MELALUI ENAM KONTAK KONSELING MENYUSUI UNTUK MENINGKATKAN PRAKTIK MENYUSUI
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1847
<p>Proporsi pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0-5 bulan di daerah perkotaan baru mencapai 40,7%, sedangkan provinsi Nusa Tenggara Barat dengan proporsi terendah pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan tahun 2018 adalah (20,3%). Puskesmas Babakan merupakan salah satu puskesmas dengan pencapaian ASI Eksklusif terendah dari 11 puskesmas yang ada di Kota Mataram. Maka pengabdi melakukan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Pemberdayaan Ibu melalui Enam Kontak Konseling Menyusui untuk meningkatkan Praktik Menyusui. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan target ASI eklusif. Metode pelaksanaan yaitu dengan melakukan persiapan seperti pengurusan izn, materi dan pengumpulan sasaran mitra untuk sosialisai. Sasaran kegitan meliputi Kepala Puskesmas, Bidan, Petugas gizi, kader dan ibu hamil trimester III. Evaluasi dilaksanakan melakukan penilaian pengetahuan setelah konseling dan monitoring berkala selama setiap sesi konseling berlansung. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil setelah kontak menyusui memiliki pengetahuan baik (70%) dan berpengetahuan cukup (26,7%). Memiliki sikap yang sangat positif tentang menyusui (66,7%). Diharapkan kegiatan enam kontak menyusui ini dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan seperti Bidan dan ahli gizi pada setiap kontak dengan ibu hamil pada saat antenatal care dan setelah bersalin agar meningkatkan praktik menyusui</p>Baiq Iin Rumintang, Sudarmi Sudarmi
Copyright (c) 2025 Baiq Iin Rumintang
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1847Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700SOSIALISASI PENGGUNAAN MASKER DAMPAK ERUPSI GUNUNG LEWOTOBI LAKI-LAKI DI DESA LEWOMADA KECAMATAN TALIBURA KABUPATEN SIKKA
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1871
<p>Indonesia merupakan negara yang mudah terkena bencana. Setiap tahunnya terjadi bencana alam seperti, banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, tsunami, gempa bumi, dan lainnya. Salah satu bencana alam yang paling berbahaya dan mematikan adalah bencana gunung berapi. Berbicara gunung berapi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak. Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi di Indonesia dengan jumlah gunung berapi terbanyak. Tercatat ada 23 gunung berapi yang tersebar di seluruh penjuru provinsi ini. Salah satu dari 23 gunung berapi yang berada di NTT adalah gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di kabupaten Flores Timur, sejak dari tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan hari ini masih mengeluarkan abu vulkanik (erupsi). Dampak yang paling terasa dan dialami akibat letusan gunung berapi adalah abu vulkanik yang terbawa sampai ke kabupaten Sikka salah satunya Desa Lewomada yang terletak pada perbatasan Kabupaten Sikka dan Flores Timur. Abu vulkanik dapat terhirup dan dapat menyebabkan penyakit paru yang berpotensi menimbulkan kematian. Observasi awal yang dilakukan didapat sebagian besar masyarakat Desa Lewomada tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah walaupun abu vulkanik masih berterbangan di udara. Tujuan dari pelaksanaan PkM ini adalah masyarakat Desa Lewomada mendapatkan informasi pentingnya masker agar tidak menghirup abu vulkanik. Metode yang digunakan pada PkM ini adalah Observasi lokasi PkM (dampak abu vulkanik), sosialisasi dengan cara ceramah dan tanya jawab serta evaluasi kegiatan PkM. Hasil yang didapat dari PkM ini adalah warga yang hadir sebanyak 34 orang, warga aktif dalam diskusi. Kegiatan PkM sejenis perlu dilakukan agar pengetahuan dan pemahaman warga dapat bertambah dan terhindar dari dampak abu vulkanik</p>Dikson Melkias, Maria Trili Angelia Tugu
Copyright (c) 2025 Dikson Melkias
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1871Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN KADER DAN KELUARGA: PENGELOLAAN DIABETES MELALUI SENAM KAKI DAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1928
<p>Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, memerlukan upaya berkelanjutan dalam pengelolaan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahuan pengetahuan responden, memberdayakan kader dan mendampingi keluarga penderita DM dalam menerapkan senam kaki diabetes dan konsumsi rebusan jahe sereh sebagai upaya menurunkan kadar gula darah. Program ini dilakukan di jalan kelurahan Sempaja timur dengan melibatkan 30 responden, dua kader, dan satu perwakilan dari Puskesmas Bengkuring. Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi, di mana kader dan keluarga penderita DM diberikan edukasi mengenai DM, konsep senam kaki dan minuman jahe sereh kemudian dilatih untuk melaksanakan senam kaki diabetes dan mempersiapkan minuman jahe sereh. Kegiatan ini berlangsung 2 kali dengan pengukuran pengetahuan diukur sebelum dan setelah diberikan edukasi sedangkan kadar gula darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi (satu minggu). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang diabates mellitus, senam kaki diabetes serta minuman jahe sereh dengan rata-rata peningkatan 3,43, serta terdapat penurunan rata-rata kadar gula darah 15,85 mg/dL. Pemberdayaan kader dan pendampingan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam pengelolaan diabetes secara mandiri, serta memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan anggota yang menderita DM</p>Arifin Hidayat, Frana Andrianur, Badar Badar
Copyright (c) 2025 Arifin Hidayat, Frana Adrianur, Badar Badar
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1928Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN MENGENAI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA SISWA SMK DESA SUNGAI AMBAWANG KUALA, KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBURAYA
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1936
<p>Remaja merupakan kelompok yang memiliki potensi besar untuk berperan sebagai agen perubahan dalam mengatasi masalah stunting. Dengan semangat, idealisme, dan kreativitas yang tinggi, mereka dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan stunting melalui inovasi dan partisipasi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa SMK Darul Dakwah terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), dan pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang dilakukan melalui sesi interaktif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 116,05%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan terkait PHBS dan stunting dapat diterima dengan baik oleh siswa dan efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka. Disarankan agar ada kerjasama lebih lanjut dengan instansi terkait, seperti Puskesmas Sungai Ambawang dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, untuk memperluas dampak dan keberlanjutan program ini</p>Sunarsieh Sunarsieh, Suharno Suharno, Fara Chitra
Copyright (c) 2025 Sunarsieh, Suharno, Fara Chitra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1936Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PERAN PERAWAT DALAM EDUKASI KELUARGA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI ICVCU KOTA SURAKARTA
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1954
<p>Salah satu peran utama perawat di ICVCU adalah memberikan edukasi keperawatan kepada pasien dan keluarga agar dapat mengetahui dan menerapkan tindakan keperawatan tersebut secara mandiri ketika pasien di rumah. Upaya pendampingan peran perawat terhadap keluarga pasien jantung dilakukan sebagai salah satu bentuk edukasi kepada keluarga pasien selama di rumah pasca perawatan dan pemulangan pasien. Tujuan kegiatan ini untuk mendampingi perawat dalam mengedukasi pasien dan keluarga dalam pemantauan hemodinamik pada pasien jantung di ICVCU. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Survey Forum Diskusi Group, observasi dan demonstrasi, dengan sasaran 15 perawat yang bekerja di ruang perawatan jantung (ICVCU) di Rumah Sakit di Kota Surakarta. Hasil: 15 perawat yang mendapatkan pendampingan didapatkan hasil score rata-rata meningkat dari 74,6 menjadi 89,3. Hal itu menunjukkan upaya pendampingan peran perawat dalam pemberian edukasi pada Keluarga pasien Infark Miokard Akut di Ruang Perawatan Kritis Jantung di Kota Surakarta sudah terlaksana dan dapat diterima dengan baik oleh perawat. Kesimpulan: peningkatan pengetahuan dan kemampuan edukasi perawat terutama dalam memberikan edukasi pengetahuan pada keluarga dalam perawatan pasien jantung selama di rumah dapat dilakukan secara mandiri dan optimal.</p>Novita Kurnia Wulandari, Tri Sakti Widyaningsih, Maria Wisnu Kanita
Copyright (c) 2025 Novita Kurnia Wulandari, Tri Sakti Widyaningsih, Maria Wisnu Kanita
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1954Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700INISIASI RENCANA AKSI PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA (PIK-R) WONDERFULL DESA MAJAKSINGI
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1835
<p>Masa remaja merupakan masa tanggung yang merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Pada masa peralihan ini terdapat beberapa perubahan fisik dan psikis yang seringkali menimbulkan permasalahan jika tidak didampingi dengan bijak. Adapun beberapa contoh permasalahan yang sering dihadapi oleh remaja di di era perkembangan ini antara lain terkait kesehatan reproduksi seperti sex pranikah, HIV/AIDS, kehamilan tidak diinginkan, dan pengetahuan kesehatan reproduksi yang kurang. Adanya persolaan seperti ini, pemerintah melalui dinas kepenudukan membentuk PIK-R sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan, Tegar Remaja, dan Triad KRR. Pengabdian pada Masyarakat ini mempunyai tujuan guna mengidentifikasi bagaimana kesiapan pembentukan PIK-R (Pusat Informasi dan Konselig Remaja) di Desa Majaksingi. Pengabdian ini dirancang menggunakan metode wawancara dan observasi. Pengabdian dilaksanakan di Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur dengan sasaran sample remaja 30 orang. Kegiatan pengabdian berawal dari koordinasi, pra edukasi dan FGD, edukasi dan FGD, dan inisiasi pembentukan PIK-R. Kegiatan dilaksanakan dengan ceramah, FGD, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini berupa rencana aksi yang dapat dilaksanakan dalam satu tahun ke depan. Dapat disimpulkan bahwa Program inisiasi PIK-R Wonderfull di Desa Majaksingi dilakukan meliputi koordinasi, edukasi, FGD, penentuan nama, struktur pengurus dan draf rencana aksi telah terbentuk. Telah disepakati pula program rutin, program jangka pendek dan jangka Panjang yang telah memperoleh dukungan kepala desa, kader, bidan, dan antusias remaja.</p>Anggrelia Kumalasari, Ananda Dwiyani Susilo, Dian Pratama Dewi, Danu Wildan Nurrohman, Prima Annisa, Mira Dian Naufalina
Copyright (c) 2025 Anggrelia Kumalasari, Ananda Dwiyani Susilo, Dian Pratama Dewi, Danu Wildan Nurrohman, Prima Annisa, Mira Dian Naufalina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1835Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700 EDUKASI PENTINGNYA KONSUMSI PROBIOTIK DAN PREBIOTIK SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESEHATAN SALURAN CERNA
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1953
<p>Indonesia masih termasuk dalam kategori negara yang sedang berkembang. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Upaya ini harus dimulai dari setiap keluarga, terutama dari aspek kesehatan anak. Berdasarkan survei pendahuluan, dapat diuraikan masalah yang dihadapi kelompok mitra adalah kurangnya pengetahuan para siswa/i serta guru-guru mengenai peran prebiotik dan probiotik. Hal ini terjadi karena sebagian besar siswa/i belum memahami secara benar peranan mikroorganisme bagi kehidupan. Secara khusus, keterbatasan pengetahuan tentang prebiotik dan probiotik disebabkan karena kurangnya penerapan hasil-hasil riset yang berdampak langsung pada masyarakat termasuk dalam bidang mikrobiologi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi, serta memberi masukan dan pemahaman melalui suatu diskusi yang intensif secara ilmiah tentang peran prebiotik dan probiotik untuk kesehatan. Penyampaian materi edukasi dilakukan dengan metode ceramah, disampaikan dengan menggunakan slide power point yang menarik dan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami peserta kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara umum mendapat sambutan yang sangat baik dan antusias tinggi dari para siswa serta guru-guru yang hadir. Informasi dan pengetahuan yang disampaikan diharapkan mampu menambah pengetahuan siswa terkait pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna. Keberlanjutan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat peduli kesehatan</p>Eka Astuty, Rosdiana Mus, Sulfiana
Copyright (c) 2025 Eka Astuty, Rosdiana Mus, Sulfiana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1953Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN KELUARGA SEHAT BERANTING (BERANTAS PERNIKAHAN DINI DAN STUNTING) PADA SUKU BADUY
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2109
<p><em>Stunting </em>merupakan permasalahan kekurangan gizi yang masih tetap menjadi prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia. Data survei status gizi balita tahun 2022, prevalensi <em>stunting </em>di Indonesia sudah mengalami penurunan menjadi 21,7%. Namun penurunan tersebut belum mencapai target WHO yaitu 20%. Suku Baduy Desa Kanekes merupakan wilayah Kabupaten Lebak Banten dengan prevalensi <em>stunting</em> masih tinggi yaitu berjumlah 27,30%, dan jumlah perempuan menikah muda pada usia 19 tahun sebanyak 50,38%, Kurangnya informasi terkait <em>stunting </em>dan dampak dari pernikahan dini, belum terprogram kegiatan edukasi, pendampingan serta pelayanan kesehatan berbasis keluarga. Pemberdayaan Keluarga sehat beranting (Berantas pernikahan dini dan <em>stunting</em>) ini merupakan program inovasi dan memberikan solusi terhadap masalah mitra. Tujuan PKM ini meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan balita dalam upaya mencegah penikahan dini dan mengatasi masalah stunting pada suku Baduy. Kegiatan PKM ini dimulai pada bulan April sampai dengan bulan bulan Juli 2024 dengan metode pelaksanaan yang meliputi 6 tahap kegiatan yaitu 1) Musyawarah masyarakat; 2) penyusunan media dan buku pedoman keluarga beranting; 3) Komunikasi, informasi dan pendidikan kesehatan (KIE) ; 5) Supervisi dan kunjungan keluarga; 6) evaluasi kegiatan dan pengalihan tugas kepada Puskesmas. Hasil penilaian kuantitatif dengan analisa uji T terdapat peningkatan pengetahuan 87,5%, sikap 90 % dan perilaku 92,5 % dengan P value 0,000 < 0,005 (95% CI). Kesimpulan program PKM keluarga beranting efektif dilaksanakan dalam upaya mencegah pernikahan dini dan stunting pada suku Baduy. Tim PKM merekomendasikan perlu adanya pelayanan kesehatan ibu dan balita berbasis keluarga serta adanya peran aktif Puskesmas dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program secara kontinyu dan berkesinambungan. </p>Ritanti Ritanti, Tatiana Siregar, Indah Permatasari, Dyah Utari
Copyright (c) 2025 Ritanti Ritanti, Tatiana Siregar, Indah Permatasari, Dyah Utari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2109Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN PASANGAN USIA SUBUR DALAM PENCEGAHAN HIV AIDS MELALUI KOMUNITAS PEDULI HIV DI YAYASAN ROASRO MEDAN JOHOR DI KELURAHAN KWALA BEKALA KECAMATAN MEDAN JOHOR PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2024
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1960
<p>Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi masalah besar, meskipun telah ada berbagai program pencegahan yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Salah satu faktor utama penyebaran HIV/AIDS adalah ketidaksetiaan pasangan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai penyebab dan pencegahan HIV/AIDS, serta memutus mata rantai penyebarannya. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan September 2024 dengan pendekatan terstruktur dan sistematis, dimulai dari penetapan daerah sasaran, survei, observasi lapangan, hingga sosialisasi program dan izin pelaksanaan. Kegiatan ini dilakukan di Yayasan Roasro, Medan Johor, yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan. Yayasan Roasro telah lama bergerak dalam pendampingan ODHA dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan. Hasil dari pengamatan menunjukkan dampak positif terhadap PUS, terlihat dari tingginya antusiasme peserta dalam menghubungi tim pengabdian masyarakat untuk berbagi informasi dan bertanya lebih lanjut mengenai HIV/AIDS. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran PUS terkait pencegahan HIV/AIDS.</p>Ester Simanullang, Herna Rinayanti Manurung, Rosmani Sinaga, Febriana Sari, Priska Estika Sianipar, Eva Ulina Lompohta Pinem
Copyright (c) 2025 ester simanullang, Herna Rinayanti Manurung, Rosmani Sinaga, Febriana Sari, Priska Estika Sianipar, Eva Ulina Lompohta Pinem
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1960Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PELATIHAN DAN INTERVENSI EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PERAN REMAJA SEBAGAI FASILITATOR DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KONSUMSI TABLET Fe
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2001
<p>Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia masih tinggi, berkontribusi pada meningkatnya risiko stunting pada generasi berikutnya. Pengetahuan yang rendah mengenai pentingnya konsumsi zat besi menjadi salah satu faktor utama, sehingga pemberdayaan remaja melalui dukungan sebaya diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi dalam mencegah stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan stunting dan peran mereka sebagai fasilitator melalui edukasi tablet Fe. Dilaksanakan di SMA Negeri 17 Samarinda, program ini mengintegrasikan kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kelurahan, dan akademisi. Metode intervensi mencakup penyuluhan mengenai stunting dan anemia, minum tablet Fe serempak, serta pelatihan dukungan sebaya. Sebanyak 17 remaja putri dari SMAN 17 berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan melalui kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor pretest rata-rata 77,94 meningkat menjadi 86,76 pada posttest (p <0,001). Korelasi positif yang kuat (r = 0,767) diamati antara hasil pretest dan posttest, menunjukkan keberhasilan intervensi. Disimpulkan bahwa pemberdayaan remaja melalui dukungan sebaya sangat diperlukan untuk mengurangi prevalensi stunting dan anemia. Diharapkan program ini dapat direplikasi di wilayah lain untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan gizi remaja serta mendukung pencegahan stunting di Indonesia.</p>Hilda Hilda, Endah Wahyutri, Rosalin Ariefah Putri, Ratnawati Ratnawati
Copyright (c) 2025 Hilda Hilda, Endah Wahyutri, Rosalin Ariefah Putri, Ratnawati Ratnawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2001Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN PEMUDA DALAM KONVERGENSI PENANGGULANGAN STUNTING
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1973
<p>Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang terutama disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama. Salah satu strategi penagggulanan stunting yang digalakkan pemerintah adalah gerakan konvergensi stunting. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 angka stunting Di RL mencapai 26 persen. Penderita Stunting pada anak Di Rejang Lebong tercatat sebanyak 400 orang tersebar di 15 kecamatan. Angka ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Bengkulu. Di Puskesmas Perumnas didapatkan 4 anak stunting dan 9 balita dengan berat badan di bawah garis merah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan peran pemuda dalam penanggulangan stunting. MetodeM; Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Desember 2025. Adapun metodse yang dilakukan adalah; Pendekatan teoritis yang terdiri dari pemaparan materi di ruangan belajar, diskusi, simulasi dan tanya jawab. Pendekatan praktik terdiri dari penguasaan teknik deteksi dini stunting dan penyuluhan stunting. Kegiatan advokasi dan sosialisasi dilakukan kepada kepada Dinas Kesehatan dan Pimpinan PKM Perumnas serta Camat dan kepala desa dan kelurahan di kecamatan Curup Tengah. Hasil; Terdapat perbedaan nilai rata pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan sebesar 2.95. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Hasil uji statistik didapatkan nilai <em>p</em> = 0,000, artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan pemuda sebelum dan sesudah pelatihan kesehatan.meningkatkan keterampilan pemuda dalam melakukan penyuluhan Kesehatan khususnya dalam Upaya pencegahan stunting. Telah disepakatinya langkah-langkah penanggulangan stunting dan telah pula didapatkannya dukungan kebijakan penangulangan stunting yang akan diajukan dalam program rencana pembangunan kecamatan tahun 2025. Kesimpulan ; kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dapat meningkatkan pengetahuan dan peran pemuda dalam deteksi dini stunting Kecamatan Curup Tengah. Saran; Pemuda yang telah dilatih sebagai kader Kesehatan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam penanganan kasus stunting dengan tetap berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan pemerintahan setempat.</p>chandra buana, Yanti Sutriyanti, Yossy Utario, Almaini Almaini, Yenny Puspita, Tarwoto Tarwoto
Copyright (c) 2025 chandra buana, Yanti Sutriyanti, Yossy Utario, Almaini Almaini, Yenny Puspita, Tarwoto Tarwoto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1973Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PADAT TEMPE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS MASYARAKAT
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2088
<p>Desa Suci merupakan salah satu desa di Kabupaten Jember yang mempunyai prevalensi stunting tinggi dengan angka prevalensi sebesar 13,4%. Pemberantasan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan gizi dan ketahanan pangan masyarakat melalui diversifikasi pangan. Usaha yang berkembang di Desa Suci adalah produksi tempe. Setiap kuintal produksi tempe menghasilkan 65% tempe dan 35% sisanya merupakan limbah padat (sisa ampas, tempe gagal, dan tempe busuk) yang tidak dimanfaatkan. Upaya penanggulangan stunting di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember dengan memanfaatkan limbah padat tempe sebagai kuah kaldu dengan sasaran ibu-ibu peserta Program Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan engan tahapan sosialisasi dan pendampingan, penyuluhan, pelatihan pengolahan limbah padat tempe dengan metode pengering nampan, evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan ini secara umum dapat terlaksana dengan baik, dimana setiap kegiatan dalam pengabdian ini berhasil diselesaikan. Peserta pelatihan anggota Program Kesejahteraan Keluarga diajarkan untuk memberikan bahan tambahan seperti pala, bawang merah, bawang putih, dan merica untuk menambah cita rasa pada bubuk yang telah dibuat. Untuk memastikan kualitas rasa dari kaldu bubuk yang telah dibuat, tim pelaksana membandingkannya dengan produk kaldu MSG yang dijual di pasaran yang kemudian dievaluasi bersama dengan anggota Program Kesejahteraan Keluarga. Hasil yang diperoleh, menurut peserta, kaldu bubuk dari limbah tempe memiliki rasa yang lebih ringan dan gurih dibandingkan dengan produk kaldu komersial. Jadi lebih aman jika diberikan sebagai bahan tambahan makanan.</p>Nurul Fathiyah Fauzi, Zuhrotul Eka Yulis, Ayesie Natasa Zulka
Copyright (c) 2025 Nurul Fathiyah Fauzi, Zuhrotul Eka Yulis, Ayesie Natasa Zulka
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2088Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PELATIHAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA KALI, KECAMATAN PINELENG, KABUPATEN MINAHASA
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1976
<p>Tuberkulosis dan Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan yang saling berkaitan dan dapat memperburuk kondisi pasien. Di Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, angka kejadian Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus cukup tinggi. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan bagi tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan peran mereka dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini menggunakan metode pelatihan interaktif berbasis <em>Interprofessional Education</em> dan <em>Interprofessional Collaboration</em>, yang berlangsung selama tujuh bulan, dari Maret hingga September 2024. Peserta pelatihan terdiri dari 25 tokoh masyarakat yang diberikan edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif menggunakan <em>booklet</em> sebagai bahan ajar. Evaluasi dilakukan dengan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan dan penanganan Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus, dengan rata-rata skor <em>pre-test</em> sebesar 50,54% meningkat menjadi 77,17% pada <em>post-test</em>. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas metode pelatihan dalam memperkuat peran tokoh masyarakat sebagai agen perubahan di komunitas mereka. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus serta berkontribusi dalam pencapaian target nasional dalam pengendalian penyakit menular.</p> <p> </p>Elne Vieke Rambi, Marjes, Dionysius Sumenge
Copyright (c) 2025 Elne Vieke Rambi, Marjes, Dionysius Sumenge
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/1976Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700EDUKASI KREATIF CEGAH STUNTING MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK REMAJA SEHAT
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2056
<p>Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 30,8% menurut Riskesdas 2018. Di Sumatera Selatan, angka stunting tahun 2023 mencapai 20,3%, masih di atas target WHO. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya gizi pada remaja putri, anemia, pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan stunting melalui edukasi kreatif menggunakan permainan ular tangga di SMA Negeri 7 Palembang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 yang melibatkan tim pengabdi dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, mahasiswa KKN, serta BKKBN Kota Palembang dengan pendekatan partisipatif, termasuk <em>Focus Group Discussion </em>(FGD). Edukasi dilakukan dengan media permainan ular tangga yang berisi materi pencegahan stunting. Sebelum dan sesudah permainan, peserta mengisi kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Sebanyak 20 siswa berpartisipasi, dengan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 69,95 menjadi 81,7 setelah edukasi. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan permainan. Media ular tangga terbukti efektif meningkatkan pemahaman karena mengintegrasikan pembelajaran kognitif, aktivitas motorik, dan interaksi sosial dalam suasana menyenangkan. Sehingga, permainan ular tangga dapat menjadi metode edukasi kreatif dalam kampanye pencegahan stunting.</p>Dientyah Nur Anggina, Resy Asmalia, Abeliza Ramadhani, M. Amien Dwi P.
Copyright (c) 2025 Dientyah Nur Anggina, Resy Asmalia, Abeliza Ramadhani, M. Amien Dwi P.
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2056Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI IMPLEMENTASI BUKU SAKU KESEHATAN GIGI DI KELURAHAN TANJUNG KAWALU
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2091
<p>Penyakit karies dan jaringan periodontal merupakan penyakit yang mempunyai prevalensi tinggi di Masyarakat. Proporsi terbesar masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia adalah gigi rusak/berlubang/sakit sebesar 45,3%, sedangkan masalah kesehatan gusi bengkak dan atau abses 14%. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013 masalah gigi dan mulut pada lansia sebesar 19,1%. Masalah kesehatan gigi dan mulut perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat diupayakan cara pencegahan dan penanggulangannya. Tenaga kesehatan gigi harus ikut berperan aktif dalam meningkatkan pola hidup sehat masyarakat dengan memberikan penjelasan tentang cara menjaga dan memelihara kebersihan rongga mulut. <strong>Tujuan:</strong> Meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat khususnya pra lansia di wilayah Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan sebanyak tiga kali oleh 15 kader kesehatan terhadap pra lansia sebanyak 60 orang dengan masing masing kader kesehatan memberikan penyuluhan kepada 4 orang pra lansia. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut. <strong>Hasil:</strong> Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pra lansia sebelum dilakukan kegiatan mayoritas berpengetahuan kurang dengan jumlah 27 orang (45%), sedangkan hasil pengetahuan setelah diberikan penyuluhan dan intervesi oleh para kader mayoritas berpengetahuan sedang dengan jumlah 42 orang (70%). <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberdayaan kader kesehatan melalui implementasi buku saku meningkatkan pengetahuan pra lansia di kelurahan Tanjung Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.</p>Tita Kartika Dewi, Eliati Sri Suharja, Emma Kamelia, Hadiyat Miko, Culia Rahayu, Cahyo Nugroho, Aan Kusmana, Anang Anang, Hilmiy Ila Robbihi, Samjaji Samjaji
Copyright (c) 2025 Tita Kartika Dewi, Eliati Sri Suharja, Emma Kamelia, Hadiyat Miko, Culia Rahayu, Cahyo Nugroho, Aan Kusmana, Anang Anang, Hilmiy Ila Robbihi, Samjaji Samjaji
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/gemakes/article/view/2091Fri, 28 Feb 2025 00:00:00 +0700