KAMPUNG SEHAT “SI MELI” MELALUI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INSIDEN HIPERTENSI

HEALTHY VILLAGE "SI MELI" THROUGH THE USE OF USED COOKING OIL AS AN EFFORT TO PREVENT THE INCIDENCE OF HYPERTENSION

https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1022

Authors

  • Erna Kristinawati Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram
  • I Wayan Getas Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Ershandi Resnhaleksmana Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram
  • Yuli Laraeni Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Mataram

Keywords:

Minyak Jelantah, Hipertensi, Edukasi

Abstract

Hipertensi merupakan  keadaan  meningkatnya tekanan darah  sistolik ? 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ? 90 mmHg pada pemeriksaan yang berulang  Hipertensi tidak langsung menimbulkan efek mematikan pada penderitanya, tetapi hipertensi memicu terjadinya penyakit lain. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa pedagang gorengan menggunakan minyak  goreng bekas (jelantah) sehingga radikal bebas dan risiko  terjadinya hipertensi. Perilaku pedagang gorengan membuang limbah minyak jelantah  secara sembarangan bisa berdampak pada kesehatan  lingkungan. Perilaku –perilaku diatas merupakan salah satu faktor penyebab tingginya insiden hipertensi. Solusi yang ditawarkan untuk merubah perilaku-perilaku tersebut antara lain melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan serta praktikum secara langsung pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun cuci piring dan lilin aromaterapi untuk menghindari risiko hipertensi dan  memberikan dampak peningkatan ekonomi warga dari hasil penjualan produk yang dihasilkan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2023-05-17

How to Cite

Kristinawati, E., Getas, I. W. ., Resnhaleksmana, E. ., & Laraeni, Y. . (2023). KAMPUNG SEHAT “SI MELI” MELALUI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INSIDEN HIPERTENSI: HEALTHY VILLAGE "SI MELI" THROUGH THE USE OF USED COOKING OIL AS AN EFFORT TO PREVENT THE INCIDENCE OF HYPERTENSION. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 115–120. https://doi.org/10.36082/gemakes.v3i1.1022